Peristiwa 1
Penerobos Waktu
Sampai saya hidup sekarang ini, ternyata masih banyak yang
perlu saya kaji di dunia yang fana ini.
Apakah itu?
Bukan ‘Apa’, tetapi ‘Siapa’.
Ialah Chairil Anwar.
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan
tulisannya di “Majalah Nisan” pada tahun 1942, pada saat itu dia
baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia
tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar
radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga
akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengung-
kapkannya.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak
dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil
Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak
Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Entah bagaimana, tetapi mungkin seperti itulah gambaran hidup
yang aku alami.
