Peristiwa 2
Peristiwa ini terjadi pada waktu saya menghadapi ujian
praktik kimia. Yang bertugas menilai dan mengawasi,
adalah Bu Susminingsih dan Bapak Noor Kholis.
Saya sebagai murid yang malas pada waktu itu tidak
mengindahkan apa yang seharusnya dilakukan oleh
siswa teladan sebagaimana mestinya.
Lalu apa yang terjadi, terjadilah.
Saya tidak belajar, menghafalkan pelajaran praktik
yang telah diajarkan guru kimia sebelumnya.
Antonius:”Don, kowe ora sinau?”
Saya:”Ora, aku ra mudeng.”
Saya hanya linglung dengan buku yang aku hadapi.
Ada contekan yang ada keluar sekalipun, mungkin
aku tidak tahu harus berbuat apa-apa.
Lha wong ra mudeng, wis piye maneh.
Saat tiba giliran saya untuk maju di lab Kimia,
saya hanya bengong saja. Ketika diundi, saya mendapat
pelajaran praktik elektrolisis. Padahal itu adalah praktik
yang menurut kawanku sangat sulit dan ‘wegah’ untuk
dilaksanakan.
Setelah saya memasang peralatan yang disediakan (‘awur-
awuran’), larutan Kalium (kalau tidak salah) saya campurkan
dengan zat lainnya. Ketika (waktu itu diberi durasi waktu
sekitar 45 menit) Bu Susminingsih menghampiri saya, jantung
saya mau copot rasanya. Tidak tahu harus berbuat apa,
saya pun pasrah, percakapannya Kalau tidak salah:
Bu Sus:”Lho, Percobaanmu kok ajur ngene….
larutan iku kok angger mbok campur2..”
Alhasil, laporan pun saya buat ‘seadanya’.
Tempat: SMA 1 Kudus.
Waktu: Ujian Praktik Kimia XIIA7
Pesan Moral:Sekali males 2, 3 pelajaran ra mudeng.
